top of page
  • Originalnest Indonesia

Sumut Jadi Pengekspor Sarang Burung Walet Terbesar di Indonesia, Capai 20,86 Ton

by admin 2 Maret 2019
Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah (tiga dari kanan), Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian Republik Indonesia Ali Jamil Harahap (empat dari kanan) bersama para OPD, para eksportir menunjukkan bambu hoki pada pelepasan Ekspor Komoditi Pertanian Sumatera Utara di Terminal Kargo Angkasapura II Bandara Kualanamu Deliserdang Sumatera Utara, Jumat (01/3.2019). (Foto : humas.sumutprov.go.id)

Kitakini.news – Sumatera Utara (Sumut) menjadi pengekspor terbesar sarang burung walet (SBW) di Indonesia. Total sarang burung walet yang diekspor Sumut mencapai 28,6 ton di 2018.

Hal itu terungkap saat Wakil Gubernur Sumatera Utara (Wagubsu) Musa Rajekshah melepas ekspor 1 ton sarang burung walet (SBW) di Bandara International Kualanamu, Deliserdang, Jumat (1/3/2019). SBW senilai Rp 41,4 miliar tersebut akan diekspor ke Tiongkok.

Khusus ekspor SBW yang langsung ke Tiongkok, saat ini Provinsi Sumatera Utara menduduki peringkat pertama dari 6 pintu pengeluaran. Catatan Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Barantan) di tahun 2018, volume ekspor SBW yang langsung ke Tiongkok melalui Bandara Kualanamu Medan mencapai 20,86 ton. Disusul melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta sebanyak 15,96 ton. Selain itu, Surabaya sebanyak 14,87 ton, Semarang sebanyak 14,79 ton dan Bandara Pontianak sebanyak 18 Kg.

“Dahulu Sumut terkenal dengan ekspor Crude Palm Oil (CPO) terbesar di Indonesia. Hari ini kita pun berbangga karena satu per satu komoditi pertanian mulai diakui kualitasnya. Ini luar biasa dan harus kita dukung bersama,” ujar Wagub Musa Rajekshah.

Menurut Wagubsu, komoditi apapun yang diekspor nantinya akan berdampak kepada masyarakat pelaku pertanian dan peternakan. Semakin banyak yang dihasilkan, maka akan semakin banyak juga yang di ekspor dan harga pun akan berpengaruh hingga tingkat bawah.

Ekspor Sarang Burung Walet dari Sumut 2019 Diharapkan Naik


Ali Jamil Harahap, selaku Kepala Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian menjelaskan bahwa Sumut memasok 31 persen ekspor sarang burung walet nasional. Selain itu kata dia, terdapat dua perusahaan dengan volume pengiriman tahun 2017 sebanyak 13,7 to. Jumlah itu meningkat pada tahun 2018 menjadi 20,86 ton. Pada tahun 2019 ini diharapkan ekspor SBW ke Tiongkok dari Medan semakin meningkat dengan penambahan 1 pabrik pengolahan SBW yang telah teregistrasi ke Tiongkok.

“Kami menargetkan di tahun 2019 dapat meningkat hingga 100 persen dengan penambahan satu rumah walet dan rumah produksi yang telah di registrasi oleh Tiongkok,” ujar Ali.

Tidak hanya SBW, Kepala Balai Karantina Medan, Hafni Zahara menyampaikan informasi lainnya. Data komoditas pertanian lain yang dilepas kali ini yaitu sarang bubuk daun mengkudu 3 ton senilai Rp 420 Juta. Selain itu ada pula lilium 5.156 Kg senilai Rp 7,7 miliar. Selanjutnya bunga potong Dracena 393.000 batang senilai Rp 1,3 miliar.

Sarang Burung Walet Komoditas Unggulan Ekspor Sumut Melalui Balai Karantina Medan


Hafni menambah bahwa komoditas unggulan ekspor Karantina Medan untuk karantina hewan adalah sarang burung walet. Pada tahun 2018 ekspor SBW melalui Bandara Kualanamu mencapai 265,231 ton senilai tidak kurang dari Rp 4,183 triliun. Sementara untuk Karantina Tumbuhan adalah bibit lilium sebanyak 13.895 kg dengan nilai Rp 215 miliar.

Editor : Khairul Umam

https://kitakini.news/10770/sumut-jadi-pengekspor-sarang-burung-walet-terbesar-di-indonesia-capai-2086-ton/
0 views0 comments
bottom of page